Jumat, 09 November 2012

T O K E K

Suatu sore disaat pulang kerja, dengan badan yang sangat lelah setelah seharian berkutat dengan kerjaan yang bernama "angka-amgka" yang menguras pikiran dan tenaga. (sok sibuk nih ceritanya) aku dikejutkan oleh binatang yang bernama TOKEK. Rasa lelah dan penat tiba-tiba hilang berganti dengan rasa takut yang membuat kaki lemas melihat binatang yang bisa dibilang kakek dari kakek buyutnya cicak menempel di dinding dapur. Otak berpikir keras bagaimana cara mengusir buyutnya si cicak ini, segeralah aku mengambil SAMSUNG ku dan meng"GOOGLE" "bagaimana cara mengusir TOKEK", munculah berbagai macam cara, dari dengan cara menangkap dengan menggunakan sarung tangan dan jaring, boro-boro mau nangkap pake tangan, noleh aja sudah buat nyali ciut seciut ciutnya, segera ku hapus cara ini dari pikiranku, kemudian dengan cara menabur tembakau, cara ini lebih aneh lagi, dimana cari tembakau ngerokok aja tidak dan cara paling ekstrim dengan menyemprotkan (maaf nie bukan maksudnya promosi, hehehehe) baygon/HIT, otak berpikir lagi (kayaknya kebanyakan berpkir, kagak ngusir2 si TOKEK. hehehehe), ini mah bukan ngusir tapi buat mabuk si TOKEK dbisa menyabut nyawa si TOKEK (cara ini dihapus lagi dari pikiran). Setelah berpikir lagi hingga matang atau bisa dibilang sampai busuk, aku memutuskan melawan kakek buyut cicak alias TOKEK dengan masukan dari kakekku, biar adil KAKEK vs KAKEK, lari lah aku mengambil BB ku dan menanyakan cara mengusir si TOKEK, dan dengan sangat bijaksananya beliau menjawab, beliau sangat takut TOKEK dan beliau tidak tau cara mengusir si TOKEK, kakekku (bukan Kakek buyut si TOKEK lho) menanyakan ke saudara kandungnya (Kakek buyut cicak di kroyok nie, 2 kakek VS Kakek buyut Cicak aka TOKEK), beliau menyarankan mengusir dengan sapu (sangat simple ternyata).Baeklah, tanpa pikir panjang (capek kebanyakan mikir dari tadi ^-^) aku mengambil perlengkapan perang yaitu sapu, tudung saji, semprotan air dan senter *kok aneh ya perlengkapan perangya???*. Yang aku lakukan pertama adalah membuka pintu lebar lebar, kemudian dengan gagah berani atau lebih tepatnya keberanian yang terpaksa aku geser lemari tempat si TOKEK sembunyi, aku takut takuti dengan sapu, ternyata GAGAL, malah sapu nya yang takut alias PATAH, hehehehe..untung msh ada sapu cadangan, aku coba usir lagi, ku semprot si tokek dengan air, lalu kusenterin (konon katanya TOKEK takut terang) dan ku pukul-pukul lemari tempat dia sembunyi, puji syukur usaha keduaku ini tak sia-sia, si TOKEK kabur keluar rumah dan hatiku bersorak dengan riang "HOREEEEEEEEEEEEEEEE" si TOKEK kabur, kemenangan besar buat aku, hehehehehe. Maaf ya TOKEK, mengusir mu dari tempat yang menurutmu nyaman, tapi kmu harus mengerti aku seperti aku mengerti kamu (oalahh kok kyak lagu NOAH sich???) hehehe, klo lemari tempat kamu berdiam diri itu tempat menaruh makanan, bukan tempatmu istirahat. Jangan balik lagi sembunyi di balik lemari ya TOKEK, karena aku g yakin apa aku seberani ini lagi, hehehehehe...

 ( Catatan si TOKEK)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar